Takut

Oleh Andito Sukahar

“Semua orang punya rasa takut.” kata Cyrus Kinnick kepada Nick Wild (Jason Statham) dalam film Wild Card (2015) yang ditayangkan kembali oleh salah satu televisi swasta pada Jumat, (5/12), pukul 21.00 WIB.

Nyaris semua film Jason Statham sudah aku tonton, melalui dvd bajakan. Film-film laganya punya karakter, tidak asal pukul-pukulan dan pamer otot seperti film-filmnya Stallone. Padahal awalnya Statham hanya dapat peran kecil saja sebagai penjahat di Cellular (2004).

Rutinitas hidup Nick Wild berubah setelah dia balaskan dendam Holly, teman perempuannya, yang dipukuli oleh Daniel DeMarco, seorang gangster. Dari kejadian tersebut Nick mendapatkan US$ 25 ribu, setengah dari jarahan uang DeMarco, yang kemudian dia mainkan di kasino dan menang hingga US$ 500 ribu.

Alih-alih berhenti bermain judi dan pergi ke Corsica sebagaimana yang dia impikan sejak lama, nafsu ingin dapat lebih banyak uang membuatnya kalap hingga semua uangnya ludes di meja judi. Dapat mudah US$ 25 ribu, hilang mudah US$ 25 ribu.

Cyrus Kinnick, jutawan muda yang galau, mendampingi Nick saat ia menang banyak, ludes tak lama kemudian, dan terkapar mabuk karena frustasi. Awalnya Cyrus menjadikan Nick sebagai pengawal agar Cyrus diperbolehkan berjudi.

Cyrus amati semua proses dan perilaku Nick. Akhirnya dia membuka diri, bahwa setelah dia profiling Nick, dia ingin belajar apa pun dari Nick agar hidupnya berarti.

Dari semua kejadian yang Cyrus saksikan, dia mendapatkan pelajaran penting bahwa semua orang hakikatnya penakut. Takut menghadapi kenyataan, takut menghadapi masa depan, takut dengan segala hal yang mungkin tidak ditakuti orang lain. Maka yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menerima kondisi diri apa adanya dan menyadari bahwa semua orang hakikatnya penakut namun setiap orang punya cara tersendiri untuk menanggulanginya. Salah satu cara jitu melawan ketakutan adalah dengan menghadapinya.

Nick ungkapkan dua ketakutannya kepada Cyrus, “Pertama, saat semua uangku habis (di meja judi) dan kembali miskin.” Cyrus menjawabnya dengan menghadiahi Nick tiket ke Corsica dan cek senilai US$ 500 ribu.

“Kedua, saat aku akan terbunuh saat ini.” ujar Nick kepada Cyrus saat Nick sadar bahwa dia sudah dikepung oleh anak buah DeMarco.

Cyrus tiba-tiba berdiri di atas meja bar guna menarik perhatian pengawal DeMarco yg sudah mengepung Nick. Akhirnya Nick dapat kalahkan semua pengawal DeMarco bahkan membunuhnya. Semua keberanian Cyrus diperoleh dari pelajaran hidup Nick.

Soal takut, Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Jika engkau takut akan sulitnya suatu perkara, maka persulitlah dirimu dengannya, niscaya akan tunduk padamu; dan berdayakanlah zaman atas kejadian-kejadiannya, niscaya ia akan menjadi mudah bagimu.” (Ghurar al-Hikam, hadis no. 4108).

Dalam perspektif Cyrus, melawan ketakutan adalah menerima keadaan tersebut dengan sepenuh hati. Kepasrahan dan kerelaan tersebut akan memunculkan energi bawah sadar yang akan dapat melawan ketakutan tersebut.

Dalam bahasa Ali, melawan ketakutan adalah dengan menghadapinya. Bukan dengan mendiamkannya, mengabaikannya seolah-olah tidak ada masalah, apalagi menyingkir darinya. Sebab energi untuk menghindari masalah (ketakutan) tersebut jauh lebih besar dari sesuatu yang kita takutkan.

Kata Ali, “Jika engkau takut terhadap suatu perkara, maka hadapilah ia! Sebab kuatnya (upaya) penghindaran(mu) terhadapnya, adalah lebih besar daripada yang kamu takutkan.” (Nahj al-Balaghah, hikmah ke-175).

 

Ciketing, 6/12/17, 00:45 WIB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *